Senin, 13 Januari 2014

mandikan aku, bunda...

aku ingin menceritakan kembali cerita yang pernah diceritakan ibuku dulu sewaktu aku masih sekolah dasar. (aku enggak tau sumber aslinya dari mana. maaf) cerita ini ku ceritakan kembali dengan versiku dan sedikit versi yang diceritakan ibuku.

cerita tentang seorang anak dan ibunya, wanita karier yang terlalu sibuk bekerja.



ada sebuah keluarga, terdiri dari seorang ayah, seorang ibu, seorang anak yang masih taman kanak-kanak dan seorang pembantu rumah tangga. sang ayah adalah seseorang yang sibuk dengan pekerjaannya. begitu pula dengan sang ibu, sama sibuknya dengan ayah. keduanya setiap hari bekerja, pergi pagi pulang malam. hingga tidak punya waktu untuk berkomunikasi dengan anaknya.

singkat cerita, suatu hari, ketika sang anak hendak mandi sebelum pergi sekolah, ia melihat ibunya hendak pergi bekerja. ia pun menangis dan meminta dimandikan ibunya.
anak: "bunda! mandikan aku, bunda!"
ibu: "tidak bisa nak. bunda terburu-buru, harus pergi sekarang."
anak: "tapi aku ingin dimandikan bunda."
ibu: "lain kali saja nak. bunda sibuk."
akhirnya sang ibu pergi, dan sang anak mandi, dimandikan oleh pembantunya. kemudian diantar ke sekolah.

hari berikutnya, sang anak melihat ibunya lagi hendak pergi bekerja. kembali, ia meminta ibunya untuk memandikannya lagi. sang ibu kembali menolak dengan alasan yang sama. dan sang anak pun pasrah dimandikan dengan pembantunya. hari demi hari, sang anak terus meminta agar dimandikan oleh ibunya. namun sang ibu terus menolak. rutinitas pagi sang anak selalu dilalui bersama sang pembantu. hingga suatu hari, sang anak tetap meminta dimandikan, dan sang ibu menolak lagi. akhirnya sang anak kembali dimandikan oleh sang pembantu dan diantar ke sekolah.

menjelang siang hari, pihak sekolah menelpon ibu sang anak tersebut dan mengabarkan bahwa sang anak mendadak sakit panas dan dibawa ke rumah sakit. sang ibu, khawatir terjadi sesuatu pada anaknya, segera menuju rumah sakit. namun, rupanya sudah terlambat. ketika sampai rumah sakit, nyawa sang anak sudah tidak tertolong lagi. sang ibu tak kuasa menahan tangis dan menyesali sikapnya terhadap sang anak. akhirnya, dengan penuh penyesalan, sang ibu memandikan jenazah sang anak, sebagai tanda sayang terakhir pada anaknya yang selama ini tak pernah terwujud keinginannya, meskipun hanya sekedar dimandikan oleh ibunya.

pesan: sesibuk apapun seorang ibu sebagai wanita karier, jangan lupakan peran sebagai ibu untuk keluarga, terutama anak.

begitu...


*dulu waktu diceritain sama ibu belum kepikiran yaa bakal gimana. masih sd sih. sekarang, udah kuliah, jadi mikir...

Tidak ada komentar: